28 Juli 2026

Kepala Bakesbangpoldagri NTB H. Surya Bahari menyampaikan sambutan pada Musda VII DPD LVRI NTB di Hotel Lombok Raya, Mataram. (Foto: Istimewa)

MATARAM - Warisan perjuangan tidak boleh berhenti pada catatan sejarah. Nilai keberanian, pengorbanan, persatuan, dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus terus hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Semangat itulah yang mengemuka dalam pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) VII Dewan Pimpinan Daerah Legiun Veteran Republik Indonesia (DPD LVRI) Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2026 yang berlangsung di Hotel Lombok Raya, Mataram, Selasa (28/7/2026).

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) Provinsi NTB, Drs. H. Surya Bahari, MM.Pd, hadir dalam agenda tersebut sebagai bentuk dukungan Pemerintah Provinsi NTB terhadap keberadaan dan peran strategis para veteran dalam menjaga serta meneruskan nilai-nilai kebangsaan.

Musda VII DPD LVRI NTB bukan sekadar forum organisasi untuk melakukan evaluasi kepengurusan maupun menyusun program kerja. Lebih dari itu, forum tersebut menjadi ruang refleksi untuk melihat kembali perjalanan perjuangan para veteran sekaligus memastikan nilai-nilai yang mereka perjuangkan tetap relevan di tengah perubahan zaman.

Dengan mengusung tema “Melalui Musda VII DPD LVRI NTB, Veteran Siap Melanjutkan Warisan Jiwa, Semangat, dan Nilai-Nilai Juang 1945 Guna Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia Berlandaskan Pancasila dan UUD 1945,” Musda menegaskan tekad LVRI untuk tetap mengambil bagian dalam pembangunan karakter kebangsaan.

Di tengah perubahan sosial yang berlangsung cepat, generasi muda menghadapi tantangan yang jauh berbeda dengan masa perjuangan para veteran. Namun, nilai-nilai yang diwariskan para pejuang tetap memiliki relevansi kuat, terutama dalam membangun karakter, menjaga persatuan, serta menumbuhkan kecintaan terhadap bangsa dan negara.

Bagi Pemerintah Provinsi NTB, keberadaan LVRI memiliki posisi penting sebagai salah satu sumber keteladanan dalam pendidikan wawasan kebangsaan. Pengalaman hidup dan sejarah perjuangan para veteran merupakan modal sosial yang berharga untuk memperkuat karakter generasi muda agar tidak kehilangan jati diri di tengah derasnya perubahan zaman.

Kepala Bakesbangpoldagri NTB, Drs. H. Surya Bahari, MM.Pd, menilai semangat perjuangan yang dimiliki para veteran merupakan nilai yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus.

“Para veteran memiliki sejarah perjuangan dan pengalaman yang sangat berharga bagi bangsa. Nilai-nilai perjuangan, patriotisme, persatuan dan kecintaan terhadap NKRI harus terus diwariskan kepada generasi muda. Karena itu, pemerintah tentu mendukung peran LVRI dalam memperkuat wawasan kebangsaan dan karakter generasi penerus,” ujar Surya Bahari.

Menurutnya, semangat kebangsaan tidak hanya dibutuhkan ketika bangsa menghadapi ancaman secara fisik. Dalam konteks kekinian, semangat tersebut juga diperlukan untuk menghadapi berbagai tantangan sosial, politik, budaya, serta derasnya arus informasi yang dapat memengaruhi kehidupan masyarakat.

Karena itu, sinergi antara pemerintah, organisasi veteran, lembaga pendidikan, generasi muda, dan seluruh elemen masyarakat menjadi penting untuk memastikan nilai-nilai kebangsaan tetap tumbuh di tengah masyarakat.

Musda VII LVRI NTB sekaligus menjadi momentum bagi organisasi veteran untuk melakukan evaluasi terhadap perjalanan organisasi, menyusun agenda kerja, serta merumuskan langkah-langkah strategis dalam menjalankan peran organisasi pada masa mendatang.

Lebih jauh, forum tersebut diharapkan tidak berhenti pada agenda internal organisasi. Nilai dan gagasan yang lahir dari Musda dapat menjadi bagian dari gerakan yang lebih luas dalam memperkuat persatuan dan kesatuan di NTB. 

Bakesbangpoldagri NTB sendiri terus mendorong kolaborasi dengan berbagai organisasi dan elemen masyarakat yang memiliki perhatian terhadap penguatan wawasan kebangsaan, ketahanan sosial, serta persatuan dan kesatuan. Dalam konteks tersebut, veteran tidak hanya dipandang sebagai bagian dari sejarah bangsa, tetapi juga sebagai penjaga nilai-nilai perjuangan yang dapat menjadi rujukan moral bagi generasi sekarang dan mendatang. 

Kehadiran para veteran di tengah masyarakat juga menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini lahir dari proses panjang yang diwarnai pengorbanan. Karena itu, menjaga persatuan, menghormati keberagaman, dan mempertahankan keutuhan NKRI merupakan bagian dari tanggung jawab generasi penerus. 

 Musda VII DPD LVRI NTB diharapkan mampu menghasilkan keputusan organisasi yang konstruktif sekaligus memperkuat kontribusi LVRI dalam kehidupan kebangsaan di daerah. Sinergi antara pemerintah dan organisasi veteran pun diharapkan semakin erat, terutama dalam membangun karakter masyarakat, memperkuat wawasan kebangsaan, serta menciptakan suasana sosial yang aman dan harmonis. Dengan semangat perjuangan yang terus diwariskan, Musda VII LVRI NTB bukan hanya menjadi agenda konsolidasi organisasi, tetapi juga menjadi pengingat bahwa nilai-nilai perjuangan 1945 harus tetap hidup, relevan, dan menjadi energi dalam menjaga persatuan Indonesia di tengah tantangan zaman.

 


0 komentar:

Posting Komentar