![]() |
| Kondisi Penemuan Mayat |
BIMA
— Warga Lingkungan Samporo, Kelurahan Manggemaci, Kecamatan Mpunda, Kota Bima,
digegerkan dengan penemuan seorang pria dalam kondisi tidak bernyawa di pinggir
Jalan Danatraha, Minggu (13/9/2026) malam.
Korban
diketahui bernama Suaeb Muhammad (57), warga RT 11/RW 04 Lingkungan Bedi,
Kelurahan Manggemaci, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Korban sehari-hari bekerja
sebagai wiraswasta.
Peristiwa
tersebut diketahui sekitar pukul 20.20 WITA oleh Amar Musafar (36), yang
merupakan cucu korban. Sebelumnya, sekitar pukul 19.30 WITA, Amar mencari
korban setelah mengetahui korban tidak berada di rumah.
Saat
melakukan pencarian, Amar kemudian menemukan korban telah tergeletak di atas
tanah dalam kondisi tidak bernyawa di pinggir jalan.
Amar
selanjutnya memberitahukan kejadian tersebut kepada warga sekitar serta
menghubungi Babinsa dan pihak kepolisian.
Sekitar
pukul 20.45 WITA, anggota Polsek Rasanae Barat tiba di lokasi untuk mengamankan
situasi. Polisi juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan
tindakan yang dapat mengganggu proses penanganan perkara.
Tak
lama kemudian, sekitar pukul 20.50 WITA, tim Inafis Polres Bima Kota tiba di
lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), termasuk meminta
keterangan dari saksi.
Jenazah
korban kemudian dibawa ke RSUD Bima sekitar pukul 21.23 WITA menggunakan
kendaraan patroli Polres Bima Kota untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.
Berdasarkan pemeriksaan luar
sementara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pihak
keluarga juga menyampaikan bahwa korban diketahui memiliki gangguan jiwa.
Meski
demikian, penyebab pasti kematian korban masih dalam penyelidikan pihak
kepolisian.
Hingga
sekitar pukul 21.40 WITA, situasi di lokasi penemuan mayat maupun wilayah
Kelurahan Manggemaci dilaporkan aman dan kondusif.
Pihak
kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengetahui secara pasti penyebab
kematian korban.
Jika
ingin, saya juga bisa membuatkan versi lebih “viral” ala media Bima/NTB, dengan
judul yang lebih kuat tetapi tetap tidak menghakimi.

0 komentar:
Posting Komentar