LOMBOK TIMUR - Kompleks Perguruan Yayasan Pendidikan Hamzanwadi Pondok Pesantren Darunnahdlatain (YPH PPD) NWDI Pancor, Lombok Timur, dipadati puluhan ribu jamaah dalam Pengajian Akbar Hultah ke-91 NWDI dan Haul ke-29 Almaghfurulahu Maulana Asy-Syaikh TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid, Minggu (13/9/2026).
Sekitar 50 ribu jamaah dari berbagai daerah hadir dalam kegiatan yang mengusung tema “Teguhkan Iman Takwa Gerak NWDI untuk Kemajuan Ummat dan Keunggulan Bangsa.”
Pengajian akbar tersebut menjadi salah satu momentum besar keluarga besar Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI), dengan dihadiri sejumlah pejabat negara, tokoh agama, ulama dari luar negeri, pengurus NWDI, santri, pelajar, hingga masyarakat umum.
Perhatian jamaah juga tertuju pada kehadiran sejumlah ulama, yakni Prof. Dr. Syekh Ala Musthafa Na'imah Al-Azhary Asy-Syafii dari Al-Azhar Mesir, Prof. H. Abdul Somad, Lc., Ph.D. (UAS), serta Al-Habib Jindan Bin Noval Bin Jindan Bin Salim, yang turut memberikan tausiyah dalam rangkaian kegiatan.
Acara diawali dengan kedatangan para tamu dan penceramah, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars NWDI, pembacaan ayat suci Al-Qur'an serta shalawat Nahdlatain.
Ketua YPH PPD NWDI Dr. Djamaluddin dalam sambutannya mengingatkan kembali perjalanan panjang NWDI yang didirikan Maulana Syaikh TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid pada 15 Jumadil Akhir 1356 Hijriah atau 22 Agustus 1937.
Menurutnya, selama perjalanan panjang tersebut, para alumni dan murid Maulana Syaikh terus melanjutkan perjuangan melalui pendirian berbagai madrasah dan sekolah yang hingga kini menjadi bagian dari proses mencetak generasi penerus.
Ia menegaskan bahwa tema Hultah tahun ini memiliki relevansi dengan tantangan zaman, terutama derasnya arus informasi yang dapat memengaruhi generasi muda.
Sementara itu, ulama Al-Azhar Mesir, Prof. Dr. Syekh Ala Musthafa Na'imah Al-Azhary Asy-Syafii, mengajak jamaah memahami warisan keilmuan Maulana Syaikh melalui empat hal utama, yakni ilmu, dakwah, tasawuf, dan hikmah pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, empat aspek tersebut menjadi bagian penting dalam memahami sosok dan perjuangan Maulana Syaikh.
Pesan serupa disampaikan Al-Habib Jindan Bin Noval Bin Jindan Bin Salim. Ia menekankan bahwa ilmu harus diwujudkan melalui pengamalan dan pengabdian kepada masyarakat.
Ia juga mengingatkan jamaah agar menjauhi kesombongan, riya, merasa tidak pernah cukup, iri, dan dengki karena sikap tersebut dapat merusak amal.
UAS Soroti Pendidikan dan Warisan Maulana Syaikh
Giliran UAS memberikan tausiyah yang mendapat perhatian besar jamaah. UAS menyampaikan sejumlah pelajaran dari perjalanan hidup Maulana Syaikh TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid, khususnya mengenai peran orang tua, guru, pendidikan, dakwah, silaturahmi, serta amalan yang diwariskan.
UAS menekankan pentingnya kemauan anak dalam menuntut ilmu sekaligus kekuatan doa orang tua dalam mendidik generasi.
Menurut UAS, setelah memperoleh ilmu, Maulana Syaikh tidak berhenti pada kebanggaan terhadap pengetahuan yang dimilikinya. Ilmu tersebut justru diwujudkan melalui perjuangan pendidikan dan dakwah setelah kembali ke tanah air.
UAS juga mengingatkan pentingnya menjaga hubungan dengan guru dan memperkuat silaturahmi.
Selain itu, ia mengajak jamaah untuk terus menjaga amalan yang diwariskan Maulana Syaikh, termasuk zikir, wirid, dan hizib.
TGB: Tugas Generasi Sekarang Mewariskan Kembali Nilai Perjuangan
Ketua Umum PB NWDI TGB Dr. M. Zainul Majdi dalam muhadharah Hultah ke-91 mengajak seluruh jamaah memperkuat silaturahmi dan menjaga warisan perjuangan Maulana Syaikh.
Menurut TGB, silaturahmi dengan keluarga, penerus, murid, serta sahabat guru merupakan bagian penting dalam menjaga keberkahan perjuangan NWDI.
Ia juga menekankan bahwa inti pendidikan bukan hanya transfer pengetahuan, tetapi membangun jiwa manusia.
TGB mengajak jamaah menjadikan momentum Hultah ke-91 sebagai pengingat untuk membangun generasi yang baik sejak dari keluarga.
“Ajak dan ajar anak-anak kita untuk mengaji, belajar agama dan mengenal bangsa,” menjadi salah satu pesan yang disampaikan dalam muhadharah tersebut.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pembacaan doa syafaat secara bergantian yang dipimpin UAS, Prof. Dr. Syekh Ala Musthafa Na'imah Al-Azhary Asy-Syafii, dan Al-Habib Jindan Bin Noval Bin Jindan Bin Salim.
Kegiatan berakhir sekitar pukul 12.35 WITA dan berlangsung aman serta lancar.
Hultah NWDI ke-91 tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat silaturahmi keluarga besar NWDI sekaligus meneguhkan kembali komitmen terhadap pendidikan, dakwah, pengabdian masyarakat, serta pembentukan generasi yang beriman, bertakwa, dan memiliki kepedulian terhadap bangsa.

0 komentar:
Posting Komentar